DIBERSIHKAN DARI PUSAT! KAPOLRESTA & KASAT NARKOBA SERETAN MABES POLRI: ADA APA DI BALIK LAYAR KEKUASAAN?
BANDA ACEH || Saluran Rakyat — Kabar ini menampar muka penegakan hukum di Aceh! Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana dan Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Jabir kini digelandang ke Divpropam Mabes Polri untuk diperiksa. Pertanyaan besar pun mencuat: Apa yang sebenarnya terjadi di balik operasi penegakan hukum yang dipimpin mereka? Mengapa hanya pusat yang berani bertindak, sementara selama ini masyarakat hanya mendapat kebisuan dari daerah?
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan pun seolah terpaksa bertindak reaktif, segera menunjuk Kabid TIK Kombes Pol. Teguh Priyambodo Nugroho sebagai Pelaksana Tugas. Langkah ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan pengakuan tersirat bahwa sistem pengawasan di tingkat daerah ternyata gagal bekerja.
📑 KEBISUAN YANG MENARIK KECURIGAAN
Kabid Humas Polda Aceh hanya berkelit soal wewenang:
"Penanganan sepenuhnya kewenangan Mabes Polri, kami belum bisa jelaskan lebih lanjut."
Jawaban ini memunculkan ribuan tanda tanya. Selama ini, aduan masyarakat ke mana perginya? Mengapa baru terungkap setelah tangan pusat turun? Apakah pengawasan internal di daerah hanya berfungsi saat ada tekanan dari atas? Masyarakat diminta tak berspekulasi, padahal kebisuan pihak berwenang justru memupuk kecurigaan yang makin dalam.
🛡️ JANGAN JADI ALASAN UNTUK MENGABAIKAN RAKYAT
Jaminan bahwa pelayanan tetap berjalan normal adalah kewajiban dasar, bukan prestasi yang dibanggakan. Yang harus dipertanyakan justru: Apakah pergantian ini akan mengubah pola kerja yang selama ini tertutup? Apakah keadilan benar-benar akan ditegakkan tanpa pandang bulu, atau hanya sekadar pergantian aktor di panggung yang sama?
Peristiwa ini adalah teguran keras: Kekuasaan tidak boleh menjadi tameng, dan pengawasan tidak boleh hanya menjadi hiasan aturan. Rakyat menunggu bukti nyata, bukan sekadar pernyataan siap sedia.